Senin,30 september 2013
suara mas trais membangunkanku di waktu subuh,mengingatkanku
untuk menjalankan sholat subuh bersama sama di masjid al falah,sebelum ke
masjid aku ngecek si hitam (hp),biasanya sih ngga ada sms dari siapa2 aku
iseng2 aja liat,eh ternyata ada 3 sms dari tante dan saudaraku yg
memberitahukan bahwa jam 2.20 telah meninggal dunia yaitu budheku,aku
membacanya dengan kaget,ku kucek mataku berkali2 untuk memastikan tulisan itu
emang benar2 asli. Dengan sedih campur aduk,seketika itu aku langsung
meneteskan air mata,budhe Eni fatmawati yg baru berumur 46 tahun meninggal
begitu saja,dia yg telah mengasuhku ketika bundaku sedang sakit,dulu ketika aku
masih kecil aku sering kerumahnya dan bahkan setiap hari,dia adalah budheku
yang paling mengerti apa yg aku inginkan,karena aku sering bersama
keluarganya,aku sampai sekarang memanggilnya beliau ‘ibu’ dia meninggal di karenakan sakit
jantung,seperti peristiwa pada tahun 2005 yang lalu, meninggalnya bundaku sama
penyakitya dengan bundaku tercinta,
padahal aku sudah siap dengan semua pelajaran yg hendak di
teskan pada hari itu,aku pun tak ada semangat lagi untuk sekolah,aku langsung
sms diran (pembantu) untuk menjemputku jam 6 pagi,tentunya aku sudah mandi dan
makan pagi,setelah di jemput di depan masjid aku sudah menggunakan baju koko
untuk langsung takziah kerumah budhe ku,sesampainya di sana terdengar suara
isakan tangis di telingaku,aku mendengarnya aku sedih sekali,mengapa secepat
itu budheku yg ku sayangi di panggil oleh allah,aku ingin melihatnya dengan
langsung,aku bertanya Tanya kepada om “budhe ada dimana om?” om menjawab
“sedang dimandikan,nanti dulu kalo mau lihat.” Aku pun mengangguk2.tak lama
kemudian aku di perbolekan melihatnya,dengan tak tega aku melihatnya aku kembali
meneteskan air mata,ia sedang di dandankan untuk nanti jam 2 siang di makam kan
di krapyak,aku tak sanggup melihat lama2 aku keluar dari tempat tersebut.diluar
sudah banyak orang orang yang berdatangan untuk bertakziah di kediaman budheku,aku
menyambutnya ditemani dengan anaknya budheku yang bernama fasha,saya sebaya
dengannya,terpaut 2 tahun,banyak orang mengatakan aku dan fasha adalah anak
kembar,mungkin iya sih soalnya sama sama memakai kacamata.
Acara mensholatkan dimulai aku tak bisa ikut sholat karena
musholanya yg sempit dan tidak cukup bila semua orang masuk untuk
menyolatkan.aku menunggunya di luar,setelah semuanya selesai menyolatkan
jenazah kami bersama sama berangkat menuju pemakaman krapyak.sesampainya disana
jenazah langsung di kuburkan di do’akan,pe takziah semuanya ikut
mendoakan,setelah acara mendoakan selesai para mengunjung pun meninggalkan
tempat pemakaman dan tinggalah beberapa orang saudaraku semua,dan kami
mendoakan sekali lagi.
Kumandang adzan menandakan sholat ashar telah tiba,aku sudah
berada di kediaman budheku kembali,aku dan ayahku pergi untuk mencari
makan,karena siangnya kami belum makan,kami menuju alun2 untuk makan di
warungnya pak ramijan,nasi pindang.
iya jo
BalasHapus